17 Agustus Penuh Kenangan
Dulu setiap bulan Agustus hal yang selalu aku nantikan adalah acara yang akan di selenggarakan di sekolahku ada lomba memasukkan benang kedalam jarum, memasukkan paku kedalam botol, makan kerupuk, dan lain sebagainya. Ada juga upacara bendera yang di adakan disekolah saat itu aku menjadi petugas upacara ya, aku menjadi petugas yang memainkan lagu kemerdekaan dengan alat musik pianika sampai gugup aku selama upacara berlangsung tetapi aku sangat senang. Disaat SMP pun aku menjadi petugas upacara yang membacakan doa. Dan saat SMA pun aku sering menjadi petugas upacara bahkan aku sampai ikut anggota Paskibra, walau saat itu di wajibkan untuk ikut karena aku mengikuti organisasi OSIS. Pertama mengikuti latihan Paskibra aku sangat tidak bersemangat karena lelah, dan tidak terbiasa namun lambat laun aku menjadi terbiasa dan bangga sekarang karena dulu aku aktif mengikuti acara Upacara Beneran walau hanya menjadi petugas saja. Sampai saat ini pun aku selalu menonton acara pengibaran Bendera Merah Putih dan sangat bangga saat mengingat menjadi petugas upacara. Aku sering menjadi pembaca dasa sila sekolahku karena guru yang bertanggung jawab untuk pelaksanaan Upacara Bendera sudah yakin aku pasti bisa. Aku juga sering mengikuti kegiatan Upacara Bendera di Kecamatan. Kemudian dikomplek rumah ku, di blok Y biasanya ada berbagai macam lomba mulai dari makan kerupuk, balap karung, memasukkan paku kedalam botol, sendok kelereng, memindahkan kacang dengan sumpit, dan lain sebagainya. Hampir semua lomba aku ikut dan senang rasanya bisa ikut dan memenangkan lomba pulang dengan membawa hadiah yang beragam di setiap tahunnya, biasanya mulai dari alat tulis, buku tulis, celengan, handuk, botol minum, dan sebagainya.
Berbicara saat itu aku mempunyai tetangga yang sepertinya dulu dia menyukaiku dan ternyata dia lah cinta monyet ku saat masih SD. Disaat aku bermain petak umpat didekat rumahnya aku sengaja mengumpat pas sebelah rumahnya hanya untuk bertemu dan di godanya, dia selalu menghampiri dan mengikuti ku kemanapun aku pergi, saat itu aku merasa sangat senang sampai aku menulis di buku diary ku tentangnya, bagaimana aku menulis bahwa aku dan dia pasangan kekasih selamanya, aku mencintai dia, dan bagaimana aku mengungkapkan rasa cintaku untuk dirinya seperti "Aku ❤ Reza" dan beragam. Di saat lomba 17 Agustus'an pun dia dengan semangat bolak balik menaiki sepedanya menanti aku yang sedang ikut lomba dilapangan memperhatikan aku dari jauh sambil tersipu atau tersenyum. Semakin aku besar sudah tidak diadakan lagi lomba 17 agustus mungkin karena tidak ada yang mendanai atau tidak ada yang berdetak untuk mengadakan lombanya, tetapi aku rindu ingin ikut lomba kembali di umur aku yang sudah tidak kanak-kanak lagi. Mengenai "Reza" hari yang aku lewat selalu ada dia setiap sore, dulu aku tidak tahu sudah kelas berapa ia bersekolah tapi yang aku tahu saat aku sudah masuk SMP tanpa sengaja saat aku lewat didepan rumahnya terlihat dia yang sedang berdiri didepan rumahnya sambil mengenakan seragam sekolah SMA. Kami saling bertahap mata, itu adalah kejadian yang tidak pernah aku lupakan, sangat menyenangkan walau dulu aku masih SMP tetapi aku merasa dia lah cinta pertamaku dan mungkin sampai hari ini, mengapa? Karena sekian banyak cinta yang datang dan pergi di hidup aku yang menjadi kekasih ku pun aku merasa tidak benar-benar mencintainya dan itu hanya rasa suka saja. Semakin aku besar aku semakin mengingat dia, mungkin bisa saja sekarang aku menyatakan rasa suka yang aku punya kepadanya namun semuanya sudah terlambat, kenapa? Karena dia sudah tidak disini, ya dia memang sudah pindah rumah saat aku SMP aku sangat merasa kehilangan namun aku bukan tidak mencari tau kemana keberadaan dia dulu sosial media hanyalah Facebook dan itu pun aku belum berfikir untuk mencari dia lewat Facebook. Dan Tiba-tiba saat aku baru bangun tidur siang aku tidak sengaja mendengar tetangga aku datang kerumah dan berkata kepada mamaku bahwa "Reza telah meninggal karena asma" seketika aku berpikir bahwa orang itu sudah pergi untuk selamanya dan tidak akan pernah kembali tanpa aku tahu apakah dia benar-benar menyukaiku atau hanya sekedar iseng saja. Waktu berlalu begitu cepat, aku menemukan kekasih hati di bangku SMP, masih terlalu dini untuk berpacaran memang tetapi aku sengaja melakukan karena aku kesepian setidaknya dengan memiliki kekasih akan ada kesibukan untukku.
Dulu semenjak masuk SMP aku sudah di larang oleh mamaku untuk pergi bermain di luar lagi, aku tidak di izin kan dengan alasan yang tidak aku mengerti dan paham saat itu. Mulai dari hari itu, aku merasa sangat kesepian, walau mama dan papa menyediakan fasilitas seperti PS bahkan sampai komputer untuk aku bermain. Aku sangat merasa kesepian apalagi saat mendengar suara teman aku tertawa dengan girang di luar, aku sangat ingin bermain aku tidak suka dikurung dirumah padahal saudara kandung aku boleh bermain di luar. Aku menjadi tambah sedih karena kebiasaan aku yang sering makan permen dan coklat malam-malam menyebabkan gigi depan ku menjadi rusak dan harus segera di cabut, aku sangat sedih sampai menangis tidak menyangka gigi aku akan ompong seumur hidupku, aku sampai memohon kepada mama agar di buatkan gigi palsu, tetapi mama tidak mengizinkan aku merasa sangat sedih. Bahkan sampai sekarang aku masih merasa malu untuk tersenyum lebar sampai memperlihatkan gigi aku, yang aku bisa lakukan hanya menyembunyikan gigi aku yang ompong di balik senyum rapat ku saja. Aku takut mereka mengejek ku dan aku tidak mau mereka mengejek ku, entah sampai kapan aku akan berani membuat senyum lebar aku seperti dulu. Lalu hari-hari sudah lewat, minggu demi minggu juga sudah lewat, tidak terasa bulan sudah berganti dan menjadi berubah tahun aku lulus dari SMP dan itu sangat menyenangkan aku kira ternyata sama saja.
Komentar
Posting Komentar