Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2017

Ingin Menjadi Dia

     Setiap orang pasti pernah merasakan ingin menjadi orang lain, atau mungkin hanya aku saja yang merasakan seperti itu. Awal mulanya aku mempunyai teman saat Sd dan saat itu aku merasa biasa saja, aku berteman dan bermain bersama, orang tua kami juga akrab karena sekolah kami masih di komplek perumahan yang sama. Sudah masuk SMP aku tidak bertemu dia, lanjut saat SMA aku bertemu kembali selama 3 tahun setelah lulus dari SD aku bertemu dengan dia saat acara MOS hari pertama, disana aku tidak tahu kalau dia juga akan masuk di sekolah itu karena saat sudah di mulai acaranya dia tidak ada kemudian tiba-tiba dia datang terlambat, tidak dimarahi malah dia di puji dan di katakan oleh kakak osis "habis syuting ya atau habis foto model" ya itu adalah pujian, tetapi sesungguhnya dia bukan lah seorang artis dia hanya anak sekolah biasa namun ya, dia adalah anak yang populer semua anak disekolah pasti tahu dia tidak ada yang tidak tahu, aku merasa minder saat bersama dia, aku tid...

Akhirnya Masuk Juga

    Libur sekolah, libur kuliah, libur kerja dan apapun libur yang sangat di nantikan oleh kebanyakan orang justru aku tidak terlalu memperdulikan, mengapa? Karena aku tidak dapat tertawa lepas dengan teman-teman aku, tidak bisa bermain, tidak bisa merasakan kebebasan, tidak bisa merasakan bagaimana menyenangkan nya aku selama di perjalanan untuk ke tempat belajar. Di rumah aku merasa jenuh, bosan, tidak memiliki aktivitas lain selain makan, mandi, tidur, menonton televisi, dan bermain handphone. Tetapi, suatu ketika entah apa yang merasuki pikiran aku di saat liburan aku memutuskan untuk mempelajari bahasa Jepang, ya bahasa jepang. Dulu waktu aku masih SMP aku sempat belajar namun tidak jelas karena sistem belajar yang kelas kami minta bukan tentang pembelajaran kalimat jepang melainkan hanya sejarah jepang saja, aku sangat menyesal mengapa selama satu tahun itu aku tidak belajar kosa kata jepang saja mengapa sejarah jepang, toh sejarah di negara aku sendiri saja tidak terla...

Kekesalan Seorang Boneka Hidup

     Saat semua orang mau berteman dengan ku aku tidak merasa ada yang aneh, tetapi semakin aku besar, semakin aku dewasa ada rasa kesalahan tentang pertemanan ini. Mengapa kesalahan? Karena mereka seperti memanfaatkan aku saja. Bukan memanfaatkan karena aku pintar tetapi karena aku mudah untuk di tipu karena kepolosan yang aku miliki, andai saja aku bertindak lebih tegas dan tidak mudah di pengaruhi aku pasti tidak akan seperti ini. Sejak aku SD aku memang terkenal dengan anak yang baik dan sopan, karena aku tidak pernah keluar malam dan selalu berada dirumah sepanjang hari tidak keluar rumah bahkan saat akhir pesan sehingga mudah untuk di pengaruhi, tetapi untuk apa semua itu kalau akhirnya akan buruk. Aku lebih memilih untuk menjadi anak yang nakal dan berandalan daripada menjadi anak baik-baik, setidaknya dengan menjadi anak nakal akan menghilangkan pandangan orang-orang yang akan memanfaatkan aku saja, menjadi anak nakal juga sangat menguntungkan...

17 Agustus Penuh Kenangan

     Dulu setiap bulan Agustus hal yang selalu aku nantikan adalah acara yang akan di selenggarakan di sekolahku ada lomba memasukkan benang kedalam jarum, memasukkan paku kedalam botol, makan kerupuk, dan lain sebagainya. Ada juga upacara bendera yang di adakan disekolah saat itu aku menjadi petugas upacara ya, aku menjadi petugas yang memainkan lagu kemerdekaan dengan alat musik pianika sampai gugup aku selama upacara berlangsung tetapi aku sangat senang. Disaat SMP pun aku menjadi petugas upacara yang membacakan doa. Dan saat SMA pun aku sering menjadi petugas upacara bahkan aku sampai ikut anggota Paskibra, walau saat itu di wajibkan untuk ikut karena aku mengikuti organisasi OSIS. Pertama mengikuti latihan Paskibra aku sangat tidak bersemangat karena lelah, dan tidak terbiasa namun lambat laun aku menjadi terbiasa dan bangga sekarang karena dulu aku aktif mengikuti acara Upacara Beneran walau hanya menjadi petugas saja. Sampai saat ini pun aku selalu menonton acara ...

Permulaan

     Entah harus dari mana aku menceritakan semuanya, apakah ada yang menyadarinya?, apakah ada yang melihatnya?, dan apakah ada yang merasakannya?. Merasakan semua yang aku rasa, semua yang terjadi, itu tidaklah mudah untuk dijelaskan. Mengapa kita harus mengalami semua ini, tidak yang benar mengapa AKU yang harus mengalami semua ini. Aku merasa bahwa takdir tidak memihakku, hanya keberuntungan yang datang mungkin hanya sekedar untuk menghiburku dikala kesedihan yang aku rasakan ini. Benar saja keberuntungan yang selalu datang hanya untuk mengalihkan pikiranku dari sesuatu yang aku hadapi saat itu.      Dan sekarang aku akan menceritakan dari awal bangaimana ini bisa terjadi dengan sengaja atau tidak sengaja, bagaimana ini bisa aku alami.Waktu itu adalah saat yang paling menyenangkan bermain bersama teman-teman, pergi kesekolah menggunakan sepeda, atau bersama-sama kami berjalan kaki menuju sekolah. Mengerikan? Tidak saat itu sekolah kami dekat rumah ...