Ingin Menjadi Dia
Setiap orang pasti pernah merasakan ingin menjadi orang lain, atau mungkin hanya aku saja yang merasakan seperti itu. Awal mulanya aku mempunyai teman saat Sd dan saat itu aku merasa biasa saja, aku berteman dan bermain bersama, orang tua kami juga akrab karena sekolah kami masih di komplek perumahan yang sama. Sudah masuk SMP aku tidak bertemu dia, lanjut saat SMA aku bertemu kembali selama 3 tahun setelah lulus dari SD aku bertemu dengan dia saat acara MOS hari pertama, disana aku tidak tahu kalau dia juga akan masuk di sekolah itu karena saat sudah di mulai acaranya dia tidak ada kemudian tiba-tiba dia datang terlambat, tidak dimarahi malah dia di puji dan di katakan oleh kakak osis "habis syuting ya atau habis foto model" ya itu adalah pujian, tetapi sesungguhnya dia bukan lah seorang artis dia hanya anak sekolah biasa namun ya, dia adalah anak yang populer semua anak disekolah pasti tahu dia tidak ada yang tidak tahu, aku merasa minder saat bersama dia, aku tidak percaya diri, aku kesal kenapa harus bertemu dia. Ingin rasanya aku cepat bertemu dengan teman baru agar aku tidak bersama dia, karena jika aku bersama dia aku hanyalah pengikut yang selalu mengikuti dia kemana dia pergi anggap saja kasarnya aku pembantu walau dia tidak memperlakukan aku seperti itu atau anggap saja aku sebagai itik buruk rupa yang selalu mengikuti angsa kemanapun dia pergi. Aku kesal selama 4 hari aku bersama dia, kemudian tiba hari senin masuk sekolah di hari pertama aku masuk di kelas X-2 akhirnya ada teman yang aku kenal, dia teman ku saat aku di SMP kami memang kurang akrab tetapi setidaknya kami sering mengobrol dulu. Dan aku memutuskan untuk duduk bersama dia, dan tiba saat aku sudah di kelas ternyata teman ku yang aku ceritakan tadi sengaja pindah kelas ke kelas X-1 karena dia tidak mau di kelas X-2 entah apa alasannya tapi aku bersyukur karena selama 3 tahun tidak akan sekelas dengan dia. Di kelas semakin lama aku semakin akrab dengan teman-teman, di kelas XI aku dan sebagian teman memilih jurusan IPS dan sisanya memilih IPA. Saat kelas XI banyak juga anak dari kelas X-1 yang memilih jurusan IPA. Tetapi yang aku ingat saat itu kelas kami sangat kompak dan akrab bahkan kelas kami kelas yang lebih banyak muridnya dari pada anak IPA.
Sudah lewat kelas XI kemudian naik kelas XII lalu kami lulus, aku masuk kuliah ternyata aku bertemu kembali dengan dia, astaga aku kesal sekali. Sudah itu saat WF aku berangkat bersama dia dan teman ku yang lain serta teman baru, di mobil aku merasa sangat kesal karena mereka semua adalah anak orang kaya aku merasa disitu sangat miskin jika di bandingkan dengan mereka semua. Aku banyak diam dan bermain handphone saja sepanjang perjalanan karena aku tidak mengerti topik yang mereka bicarakan, aku juga lupa mengapa saat itu aku tidak membawa earphone atau headsed agar tidak mendengar pembicaraan mereka yang membahas mengenai harta mereka, kehidupan mereka, barang yang mereka miliki, dan ada juga salah satu di mobil itu tidak bisa melanjutkan WF karena besok akan pergi ke Thailand, lalu untuk apa dari awal dia ikut apa untuk pamer? #di kampus ku kalau ada satu hari saja tidak ikut WF sudah di anggap gugur dan harus mengikuti kembali di tahun berikutnya#. Aku merasa sangat sakit hati, aku tidak marah kenapa aku tidak di lahirlah di keluarga yang kaya raya tetapi aku sangat membenci anak orang kaya! Kenapa? Karena mereka semua sangat sombong, belagu, tidak memikirkan orang lain, selalu pamer kekayaan yang mereka miliki ya begitulah mereka. Anak manja yang selalu menilai apapun dengan uang, merendahkan orang lain dengan uang, membeli harga diri orang lain dengan uang. Aku sangat membenci orang kaya. Dan disini saat di kampus 90% aku yakin mereka semua adalah anak orang kaya, contoh saja di kelas aku. Untung saja aku bertemu dengan teman ku itu dia sama dengan ku ada juga teman ku yang lain yang di perlakukan seperti pembantu sebenarnya aku kasihan tetapi dia sendiri yang mau di perlakukan seperti itu harusnya dia pergi saja jangan berteman lagi dengannya, dia mau saja di suruh suruh di kata katai dengan kata kasar masih saja mau berteman. Kadang aku menghayal aku menjadi wanita itu teman SD aku, aku sangat ingin menjadi dia sejenak, dia adalah manusia yang sempurna, dia cantik, dia pintar, dia disukai semua orang baik wanita apalagi pria, dia selalu di beri kebahagiaan, selalu di beri kebebasan dia bebas melakukan apapun yang ia mau, dia mempunyai badan yang ideal rambut panjang yang hitam kulit putih bersih dan tidak berjerawat apalagi ada noda bekas jerawat, mempunyai kekasih yang sama seperti dia dan juga keluarganya menyetujui hubungan mereka, dan yang paling penting dia itu anak orang kaya. Dia tidak harus sampai menangis untuk mendapatkan apapun yang ia mau, dia tidak perlu sampai bermimpi atau menghayal saat menginginkan sesuatu yang tidak bisa dia miliki, dia tidak perlu menabung dengan susah payah untuk membeli sesuatu, dia tidak perlu harus merasa kesal bahkan sampai menangis sendirian dikamar karena permintaan nya tidak terpenuhi, dan yang paling penting dia tidak akan pernah menjadi aku seseorang yang selalu kekurangan. Baiklah aku akan buktikan bahwa aku akan menjadi lebih dari dia saat aku besar nanti, lihat saja aku tidak perlu lagi bermimpi berhayal untuk menjadi kamu seseorang yang selalu memuat aku iri, seseorang yang selalu membuat aku minder, seseorang yang selalu memuat aku merasa aku tidak ada harga dirinya.
Lagi pula aku sudah bersyukur bahwa sekarang aku tidak sering bertemu dengan kamu saat di kampus karena kita berbeda prodi, aku juga bersyukur aku mempunyai teman yang menyadarkan aku bahwa aku miskin tetapi aku tetap mempunyai teman, yang tentunya sama miskin dengan aku karena sebenarnya aku malas berteman dengan anak orang kaya.
Komentar
Posting Komentar