Kekesalan Seorang Boneka Hidup
Saat semua orang mau berteman dengan ku aku tidak merasa ada yang aneh, tetapi semakin aku besar, semakin aku dewasa ada rasa kesalahan tentang pertemanan ini. Mengapa kesalahan? Karena mereka seperti memanfaatkan aku saja. Bukan memanfaatkan karena aku pintar tetapi karena aku mudah untuk di tipu karena kepolosan yang aku miliki, andai saja aku bertindak lebih tegas dan tidak mudah di pengaruhi aku pasti tidak akan seperti ini. Sejak aku SD aku memang terkenal dengan anak yang baik dan sopan, karena aku tidak pernah keluar malam dan selalu berada dirumah sepanjang hari tidak keluar rumah bahkan saat akhir pesan sehingga mudah untuk di pengaruhi, tetapi untuk apa semua itu kalau akhirnya akan buruk. Aku lebih memilih untuk menjadi anak yang nakal dan berandalan daripada menjadi anak baik-baik, setidaknya dengan menjadi anak nakal akan menghilangkan pandangan orang-orang yang akan memanfaatkan aku saja, menjadi anak nakal juga sangat menguntungkan karena kita tidak perlu menjadi pura-pura untuk menjadi boneka untuk orang lain.
Seumur hidupku aku selalu menjadi boneka hidup yang kalau ingin makan di atur, yang ingin bersekolah di atur, yang kalau ingin memakai pakaian pakaian itu akan di atur sesuai keinginan pemilik boneka. Boneka, mengapa aku merasa seperti itu karena memang kenyataan nya seperti itu. Semua yang aku lakukan di atur dan aku tidak pernah diberikan pilihan, kalau pun ada aku tetap tidak boleh memilih dan ya tentunya dengan alasan yang tidak aku ketahui. Aku pikir kehidupan aku yang menjadi boneka hanyalah sampai aku SMA namun ternyata tetap sama sampai aku masuk perkuliahan, tetapi rasanya lebih bebas waktu aku masih SMA karena saat itu masa-masa aku memiliki teman yang benar-benar hanya berteman denganku tidak ada maksud apapun, dia ikhlas menerimaku menjadi temannya. Aku banyak belajar dari dia teman baikku, mengapa aku berkata seperti itu? Karena memang dia lah yang selalu ada saat aku membutuhkan seseorang, meski sebagian orang tidak setuju aku berteman dengannya. Sedikit bercerita tentang dirimu, kamu adalah orang aneh yang pertama kali aku lihat dalam hidupku mengapa aneh karena aku tidak pernah bertemu anak yang sangat nakal yang selalu melanggar peraturan sekolah, yang berkelahi dengan teman sendiri sampai akhirnya harus di keluarkan dari sekolah dan masuk ke lingkungan sekolahku. Selamat hidupku aku hanya melihat kenakalan dari saudara aku saja, karena kami tinggal berempat dirumah dialah satu-satunya teman yang aku punya. Kembali kepada teman ku itu kami mulai berteman dekat saat kelas 11 entah mengapa dia yang menghampiri aku terlebih dahulu mungkin itu tidak di sengaja karena dulu aku pandai mengikat rambut banyak teman aku yang meminta untuk di ikat rambutnya begitu pun dia, kemudian dia menjadi bertambah dekat dengan aku karena dia sering menghampiri aku di bangku ku, saat tidak ada guru pun dia menghampiri aku. Kemudian dia ikut aku dan teman aku ke kantin bersama, dia mulai terbiasa dengan aku yang sering memanggil "aku kamu", dia yang mulai terbiasa dengan aku yang mungkin bertutur kata lebih sopan dari pada teman aku yang lain. Kemudian saat aku berulang tahun untuk pertama kalinya dia datang kerumah aku dengan memakai kerudung ya karena memang dia seorang muslim, dia sudah sering datang kerumah aku untuk mengantar aku pulang saat tidak di jemput oleh papa ku. Aku sangat ingat bagaimana aku bahagia saat baru bangun tidur mereka datang (dia dan dua teman dekat aku) kejadian waktu itu memang sudah sore karena seingat aku itu saat kami sekolah jadi mereka datang saat aku sudah mandi dan sedang tertidur. Dan saat kenaikan kelas 12 seharusnya aku duduk bersama dengan teman aku yang lain namun ternyata teman aku yang lain itu sudah duduk bersama dengan teman aku yang lain juga mereka tidak suka kalau aku duduk disana, baiklah aku tidak mengapa kemudian entah mengapa aku menjadi duduk bersama dia di bangku kedua barisan paling belakang, semakin lama aku bersama dengan dia aku semakin belajar banyak hal yang menyenangkan. Dulu sebelum dia dekat dengan aku dia mempunyai 3 orang teman namun aku takut dengan berteman nya dia dengan aku itu yang menyebabkan dia menjadi berjauhan dengan teman-teman nya. Aku diajak berpergian kesana dan kemari ketempat yang belum pernah aku ketahui dan hal yang paling menyenangkan aku diajari mengendarai sepeda motor, orang tua aku tidak tahu kalau aku sekarang sudah lancar mengendarai sepeda motor karena aku tidak pernah di izinkan mengendarai sepeda motor, dan dia rela menahan rasa takut saat dia dimarahi oleh orang tua aku. Walau dia anak yang nakal, tidak sebaik orang-orang yang aku kenal, dan sebagainya namun dialah orang yang paling memahami aku, setidaknya itu lah yang aku rasakan, aku tidak pernah bisa menunjukkan sikap manis aku kepada dia karena aku terlalu malu untuk mengakuinya, aku tidak berani menampakkan ekspresi aku yang sebenarnya. Dan sampai sekarang dialah yang berhasil merubah pemikiran Boneka Hidup ini yang dulunya tidak pernah merasa bahwa apakah ada seseorang yang akan menerima aku tulus menjadi temannya, dan sekarang dialah satu-satunya teman yang aku sayangi. Aku berharap dia tidak pernah lelah menjadi teman ku, tidak pernah meninggalkan aku, dan tidak pernah merasa bahwa aku adalah orang yang berbeda. Aku juga sangat ingin membahas budi baik yang sudah dia berikan kepadaku.
Saat aku kuliah aku sangat ingin bertemu teman yang seperti dia dan ya aku sudah menemukan nya tetapi sayangnya di tahun berikutnya dia harus pindah malam dengan alasan dia harus mengajari keponakan nya yang masih kecil. Tidak ada teman yang seperti dia ada juga satu namun aku tidak terlalu nyaman meminta sesuatu kepadanya karena dia seorang pria, sudah itu di semester berikutnya namun masih di tahun yang sama dia berbeda kelas dengan aku jadi semakin canggung aku meminta sesuatu kepadanya. Berbeda dengan teman wanita aku yang satu ini, dari awal bertemu kita saat ingin mengambil nomor kelompok dan mengurus keperluan sebelum masuk MOS, tetapi di kampus aku itu di sebut dengan WF yaitu Welcoming Freshment dikampus aku tidak ada bully membully kami mengisi kegiatan dengan banyak mendengar seminar dan dalam kampus aku itu di wajibkan untuk mengikuti WF karena itu salah satu persyaratan untuk menyusun skripsi. Kembali ke teman aku yang di kampus ini kami hanya berbeda kelompok jadi saat berlangsung nya WF kami jarang bertemu, namun saat sudah masuk jadwal perkuliahan kami tidak menyangka bahwa kami akan sekelas, aku sangat merasa senang. 2 Semester ini aku bersama dia, aku yang pergi ke kampus bersama dengan saudara aku yang terkadang harus menunggu dia sampai selesai kelas. Teman wanita aku ini lah yang akan menemani sampai saudaraku selesai kelas, dan itu sering bahkan hampir setiap aku menunggu saudaraku dia menemani, aku sangat merasa kehilangan dia saat semester 3 di awal semester ini aku harus berpisah denganmu.
Dan ternyata saat kuliah aku kembali menjadi boneka hidup yang tidak di perbolehkan memiliki pilihan, aku akan menunggu sampai kapan aku tidak mempunyai pilihan seperti ini.
Komentar
Posting Komentar