Permulaan

     Entah harus dari mana aku menceritakan semuanya, apakah ada yang menyadarinya?, apakah ada yang melihatnya?, dan apakah ada yang merasakannya?. Merasakan semua yang aku rasa, semua yang terjadi, itu tidaklah mudah untuk dijelaskan. Mengapa kita harus mengalami semua ini, tidak yang benar mengapa AKU yang harus mengalami semua ini. Aku merasa bahwa takdir tidak memihakku, hanya keberuntungan yang datang mungkin hanya sekedar untuk menghiburku dikala kesedihan yang aku rasakan ini. Benar saja keberuntungan yang selalu datang hanya untuk mengalihkan pikiranku dari sesuatu yang aku hadapi saat itu.

     Dan sekarang aku akan menceritakan dari awal bangaimana ini bisa terjadi dengan sengaja atau tidak sengaja, bagaimana ini bisa aku alami.Waktu itu adalah saat yang paling menyenangkan bermain bersama teman-teman, pergi kesekolah menggunakan sepeda, atau bersama-sama kami berjalan kaki menuju sekolah. Mengerikan? Tidak saat itu sekolah kami dekat rumah dan berada di perumahan. Saat bahagia, tertawa, bercanda, juga berlarian sambil sesekali mengejar binatang kecil, menyenangkan bukan?. Saat pulang sekolah aku pun langsung bermain bersama anak tetangga, aku memang mempunyai banyak teman atau memang semua anak kecil itu mempunyai banyak teman juga dengan sahabat?. Berbicara tentang sahabat, saat itu aku juga mempunyai seorang sahabat kami berbeda agama, tetapi kami saling menghormati juga saling berbagi, tidak ada pertengkaran yang terjadi selama kami bersahabat. Saat datang anak dari tetangga baru pun kami tetap bersahabat, dengan anak baru itu pun kami berteman seharusnya, karena mereka yang menghampiri kami terlebih dahulu, sepanjang hari kami bermain bersama seperti teman.

     Saat yang mengejutkan terjadi saat kami mulai mengucilkan ia dan juga saudara yang ia punya, entah mengapa saat itu kami menjadi sangat jahat tetapi menurut kami itu pantas ia terima. Kami yang dulu hanya bermain berdua saat akhir pekan kedatangan pendatang baru menjadi agak kaku dan canggung baiklah itu hanya masalah kecil, setiap malam pun kami bermain bersama dengan anak-anak di perumahan kami lebih tepatnya di blok rumah kami, kami bersepeda mengelilingi blok rumah kami sebut saja blok Y. Anak seusia kami ini memang sangat menyukai hal-hal sederhana berbeda dengan generasi sekarang yang mulai meninggalkan permainan tradisional, mereka lebih fokus kepada teknologi yang di berikan orang tua mereka.

     Hahh mereka pasti tidak akan pernah merasakan bagaimana di zaman dahulu kita khususnya aku melambaikan tangan dan meminta uang kepada pesawat terbang yang sedang lewat, bermain karet (yang sebenarnya itu melatih kelincahan kita juga ternyata bisa menurunkan berat badan dan juga meninggikan badan, karena kita di tuntut untuk terus meloncat), bermain petak umpat ataupun petak jongkok (melatih kecepatan kita juga untuk berlari saat mengejar teman yang menemukan kita), bermain sepeda, bermain taplak meja (ditempatku disebut itu, permainan itu kita di haruskan melompat dan melewati kotak yang berisi angka dari 1-10 yang ada batunya atau apapun yang kita gunakan untuk bermain), bermain batu tujuh (batu yang disusun menjadi tujuh hampir sama dengan petak umpat tapi kita harus menendang atau menyusun batu tersebut). Anak zaman sekarang juga pasti tidak pernah merasakan makanan atau "jajanan SD" saat aku kecil dulu, seperti lidi-lidian, telor gulung, permen gula yang berbentuk macam-macam, permen karet YOSAN (yang begitu semangat dulu saya mencari huruf N tersebut namun tak kunjung dapat sampai sekarang), ciki JAGUAR (yang seharga 500 rupiah tetapi berhadiah macam-macam mulai dari mainan kecil, penggaris yang bisa menempel ditangan saat kita pukul ke tangan, bahkan sampai mendapat uang), ciki KOMO (hampir sama dengan jaguar), ciki CHUBA( yang sekarang harganya mahal dan isinya sedikit), permen kacamata yang di jual di abang-abang. Banyak lagi yang ingin aku tulis karena zaman dulu dengan uang 2.000 rupiah saja aku bisa membeli apa saja, banyak kenangan yang tidak bisa aku lupakan bersama dengan teman-teman waktu kami kecil. Kejadian yang sangat lucu pun pernah aku alami entah orang lain melakukannya juga atau mungkin hanya aku saja? Tidak, tetapi mungkin saja. Saat aku mandi aku menaruh gayung yang berisi air di kepalaku saat itu adalah saat menyenangkan entah mengapa aku juga tersenyum sendiri saat menuliskan nya juga, saat aku menuangkan sabun mandi di lantai kamar mandi agar lebih licin dan aku bisa bermain sampai terjatuh berulang kali, saat aku membuat ban sepedaku menjadi gundul karena aku menyelipkan aqua gelas bekas dengan sengaja hanya agar suara yang dihasilkan saat sepeda ku kayuh berbunyi kencang tidak lupa aku menuliskan plat nomor di sepedaku, dan itu juga terjadi kepada teman-temanku, menyanyikan lagu "aku anak kuat tubuhku sehat" yang entah mengapa bisa menyebar keseluruh anak di Indonesia padahal waktu itu belum adanya internet ataupun smartphone, dan beragam lagu yang ada membuat aku berfikir bahwa anak zaman dahulu sangat lah kreatif apapun lagunya bisa di buat menjadi lagu dengan lirik unik. Sungguh malang anak zaman sekarang yang kurang bersosialisasi dengan anak sebayanya, yang menyebabkan anak tersebut menjadi penakut, pemalu, atau bahkan tidak mempunyai teman.

     Untuk itu aku sebenarnya ingin memberikan pengalamanku kepada anak zaman sekarang bagaimana menyenangkannya zaman ku waktu kecil dulu, yang tidak memiliki ponsel pun tidak apa karena kami sudah senang bisa bermain bersama, kotor bersama (kotor dalam arti, saat bermain pasir atau hujan bahkan lumpur), dan itu membuat kami menjadi lebih sehat karena lebih banyak bergerak, berkeringat, dan terkena sinar matahari yang cukup mungkin berlebih karena bermain pada waktu siang hari.

Komentar