Kenapa Bukan Aku?
Dia yang selalu dibanggakan semua orang, dia yang selalu di puji semua orang, dia yang selalu di butuhkan semua orang, dia juga yang selalu dilihat semua orang. Kenapa bukan aku? kenapa harus dia, memanggil aku untuk sesuatu yang dia butuhkan apakah itu adil?. Baiklah untuk saat ini aku memang tidak ada apa-apa nya di bandingkan dengan dia yang memiliki semuanya, kekayaan, pandai, disukai semua orang, cepat mendapat teman baru. Kalo dibandingkan dengan aku hah tidak ada apa-apa nya, terkadang aku berfikir untuk apa aku terus bersama dia? bukankah banyak orang lain yang bisa aku jadikan teman? Ya memang begitu tetapi kenyataannya aku tidak semudah itu menemukan teman, karena aku adalah orang yang introvert. Teman dekat dari sewaktu aku sekolah saja paling hanya dua atau satu tidak lebih sisanya hanya teman mengobrol biasa. Jika aku tidak berteman dengan dia aku tidak mempunyai teman lain sedih bukan, apalagi sekarang dia sudah ada yang baru aku semakin tidak terlihat, dan aku sadar jadi akhir-akhir ini aki menghindari dia agar dia bisa bersama dengan orang itu lebih lama dariku, agar orang itu tidak merasa dikucilkan oleh dia, agar orang itu tidak merasa di abaikan oleh dia karena diabaikan itu sangatlah menyakitkan. Tetapi ada dua lagi teman ku tetapi dia lelaki dan tidak mungkin kemana-mana aku pergi bersama mereka. Aku ingin sekali cepat lulus dan segera pergi dari dunia ini, dunia yang telah memberikan aku setengah kepahitan yang membuat aku berfikir kalau aku ini bukan siapapun, aku bukan orang yang istimewa, aku bukan orang hebat yang bisa diakui oleh semua orang. Aku hanyalah Yah aku nana sebut saja seperti itu, tidak lebih dari nana, yang tidak bisa di bandingkan dengan dia yang mempunyai segalanya. Mengapa aku selalu disandingkan dengan seseorang yang seperti itu? Mengapa harus aku, aku pasti kalah jauh, aku semakin tidak terlihat, aku semakin tidak dianggap. Aku hanya ingin ada yang sama seperti diriku, saat dulu semester satu aku sangat bahagia bertemu dengan dia tetapi sekarang dia sudah pergi dan tinggal aku. Apakah menjadi seseorang yang dilihat semua orang harus sesempurna itu? Apakah menjadi seseorang yang dibanggakan harus seperti dia dan dia? Dan apakah aku yang harus selalu tertinggal?. Aku sadar aku tidak seperti mereka, aku harus terus belajar dan belajar! Aku harus selalu bisa terlihat biasa saja saat keadaan tidak biasa saja, aku harus bisa menunjukkan bahwa yasudah ikut saja. Aku tau aku tidak seperti dia, oleh sebab itu aku harus terus berusaha, kerja keras akan berbuah hasil yang menyenangkan bukan?.
Selama ini aku memang sering membandingkan diriku dengan orang lain, ya aku memang sengaja. Aku iri saja mengapa mereka bisa hidup seperti itu, sedangkan aku tidak bisa. Rasanya ingin pergi dari sini dan pindah menjadi seseorang yang baru, terlihat menyedihkan haha, sudahlah tidak ada gunanya sudah takdir yang Tuhan tuliskan untukku seperti ini. Aku tidak pernah menyalahkan Tuhan, tetapi boleh kah aku mengeluh? Aku tidak sanggup, aku sering berkata bawalah aku pergi dari sini, aku akan patuh dan tidak akan nakal jika ada di sampingmu bahkan kalau perlu aku di tempatkan di sebelah dari tempatmu dahulu tidak mengapa asal aku pergi dari sini, atau engkau kirimkan aku alamatmu supaya aku bisa pergi kesana sendirian. Hmm mungkin itu lebih baik dari pada tidak sama sekali, aku akan mengusahakan supaya aku bisa kesana secepatnya. Aku egois bukan, aku ini bodoh dan tidak berguna, untuk apa aku ada didunia ini jika aku tidak berguna dan menyusahkan orang lain saja, setiap untukku pasti selalu kekurangan, setiap giliranku pasti selalu tertunda, setiap orang untukku selalu tidak bisa, aku tidak ingin mereka seperti itu. Aku tidak ingin mereka merasa terbebani dan merasa susah karena ada aku didunia ini, aku tidak ingin mereka merasa susah hanya untuk mencukupi aku, jadi aku tidak salahkan jika aku menyebut diriku sendiri anak pembawa sial? Ya memang pantas aku mendapatkan nya, mereka memang tidak pernah mengatakan itu tetapi aku menyadari sendiri. Harusnya dari awal aku memang tidak ada, karena aku tidak berguna tidak bisa di andalkan untuk apa engkau menciptakan aku untuk semua ini? aku tidak ingin mereka menderita. Walau aku tidak pernah menunjukkan bahwa aku menyayangi mereka, namun jauh di lubuk hatiku yang paling dalam aku sangat menyayangi mereka hahaha aku saja sampai sedih dan menangis jika mengingat mereka mengingat usaha mereka dan semua waktu mereka yang sudah mereka berikan kepadaku, sekarang saja aku menulis ini sambil menahan tangis sendiri. Tidak ada yang bisa aku ajak berbicara, hanya di blog ini lah aku bisa melupakan dan mencurahkan semua perasaan yang aku rasakan, tidak mengapa tidak ada yang membaca aku tidak masalah asalkan aku sudah lega dan tidak merepotkan orang lain karena harus mendengarkan cerita aku yang membosankan ini hihihi. Aku sering menyelesaikan masalah orang lain, tetapi aku bahkan tidak pernah menyelesaikan masalahku sendiri, aku terlalu sibuk menjadi boneka orang lain sampai lupa bahwa aku ini adalah Nana bukan si A atau si B bahkan si X.
Sekarang aku tidak memikirkan tentang perasaanku saat menyukai seseorang karena tidak ada seorang pun yang menyukai ku saat ini, aku berfikir ini mungkin balasan yang aku terima saat aku meninggalkan dia disaat ia sakit parah dan akhirnya meninggalkan semuanya, keluarganya, teman nya, kehidupannya, dan juga dunia nya. Aku rindu saat bersama seseorang, aku kesepian, aku sangat rapuh, aku sangat sangat merindukan seseorang yang tidak bisa aku rindukan. Dan lucunya saat aku seperti ini tidak ada yang memperdulikan aku, yah seperti ini lah hidupku hahaha. Disaat pagi hari aku beraktivitas biasa menjadi boneka orang lain, saat dirumah pun begitu terkadang, dan disetiap waktu yang aku sukai dari waktu yang Tuhan berikan kepada hambanya adalah saat malam hari, bukan hanya untuk tidur sebelum tidur aku terbiasa membayangkan aku menjadi apa dan jalan ceritanya bisa aku atur seperti yang aku inginkan. Didalam hayalanku aku lah sutradara nya, aku lah pembuat ceritanya, dan tokoh utamanya adalah aku, cerita sedih atau tidak pasti aku selalu bersama dengan seseorang yang membuat aku bahagia. Karena hanya itu yang aku inginkan Bahagia!. Harusnya aku yang ada didunia hayalanku bukan disini, ini bukanlah tempatku, cinta dan kebahagiaan hanyalah omong kosong! aku tidak percaya lagi, untuk nana tidak ada cinta dan kebahagiaan. Orang lain sering diberikan kebahagian dan cinta kasih dari orang lain lagi atau orang terdekat mereka tetapi aku tidak, disaat aku sakit hancur jatuh remuk merasa tidak berguna mana ada orang yang perduli terhadap diriku? Tidak ada yang memperdulikan aku, aku boneka aku sampah, yang bisa di buang kapan saja saat mereka mau. Mereka hanya berpura-pura perduli, berpura-pura merasa iba, hah aku tidak butuh rasa kasihan kalian semua! Lebih baik aku merasa seperti ini terus dari pada rasa kasihan kalian yang membuat aku terlihat sangat menyedihkan. Kenyataan memang pahit sama dengan kejujuran, oleh sebab itu aku harus kuat bukan kuat lagi pasti harus tahan banting disaat ada cobaan seperti ini lagi lagi lagi dan lagi atau mungkin masih banyak "lagi". Biar saja mereka merendahkan aku, biar saja mereka merasa iba kepadaku, biar saja mereka bersikap acuh tak acuh kepadaku, dan biar saja mereka bersikap pura-pura ikut merasakan apa yang aku rasakan. Toh aku masih bisa hidup sampai sekarang, justru sekarang aku menjadi nana yang berbeda, yang semakin cuek dingin dan bertambah gila, idiot, bodoh, tolol seperti kata mereka hahaha.
Komentar
Posting Komentar